Assalamu’alaikum
Selamat datang di blog yang (mungkin) tidak pernah ramai.
Wih udah masuk bulan Ramadhan aja nih. Waktunya berpuasa,
shalat tarawih, dan mencoba menghadiri (atau menghindari) fenomena hedonisme
masyarakat Indonesia dalam kurang lebih 28 hari, BUKBER. Untuk entry kali ini,
berhubung harus puasa dan kebetulan udah dapat kerjaan baru yang jadwal
kerjanya cukup bikin waktu istirahat dan main gue berantakan (lah curhat), jadinya
gak nulis blog tentang jalan-jalan atau kegiatan-kegiatan deh. Padahal mah
bulan lalu ke Ennichisai 2016 tapi mager nulisnya jadi ya kopong deh blog-nya.
Entry kali ini lebih mirip ke opini karena sudah cukup lama
ada di pikiran dan akhirnya coba untuk menyampaikan opini tersebut ke media
daring (ceileh daring) seperti blog. Jadi gini, udah cukup lama gue berpikir
tentang hal ini, yakni tentang merapatkan shaf dalam shalat berjamaah.
Kalau ditanya tentang hal ini, kira-kira penting gak sih?
Sepele banget ya keliatannya. Sebelumnya, coba baca hadits di bawah ini:
Hadits dengan lafadz ini diriwayatkan oleh Imam
Muslim dalam Shohihnya (433) dari shahabat Anas bin Malik -radhiallahu Ta’ala
‘anhu-, dan dalam riwayat Al-Bukhary (723), dengan lafazh:
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ
”Luruskan shaf-shaf kalian,
karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menegakkan sholat.”
Semakna dengannya, hadits Abu Hurairah
-radhiallahu Ta’ala ‘anhu- dalam riwayat Al-Bukhary (722) dan Muslim (435),
dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa beliau bersabda:
وَأَقِيْمُوْا الصَّفِّ فِي الصَّلاَةِ, فَإِنَّ إِقَامَةِ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ
“Dan tegakkanlah shaf di dalam
shalat, karena sesungguhnya menegakkan shaf termasuk diantara baiknya sholat”. (Sumber: http://al-atsariyyah.com/wajibnya-merapatkan-dan-meluruskan-shaf.html).
Nah sebelumnya, mari kita samakan pandangan bahwa
menurut hadits yang in syaa Allah shahih di atas, bila ingin mendapatkan
kesempurnaan dan kebaikan dalam shalat berjamaah, diwajibkan untuk merapatkan
shaf. Setuju? Kalau iya, bisa lanjut baca. Kalau engga, ya bebas mau lanjut
atau mau berhenti.
Sumber:
https://myrahil.files.wordpress.com/2012/07/ke7.jpg
Nah, yang mau gue ceritain tuh pengalaman pribadi
gue. Pernah ada kejadian yang gue alami ketika melaksanakan shalat berjamaah di
sebuah masjid. Sebelum memulai shalat, Imam mengatakan “tolong rapatkan dan
luruskan shaf-nya demi kesempurnaan shalat.” Sip, sip langsung kita luruskan
shaf-nya. Sekedar info, jenis karpet yang digunakan di masjid tersebut
merupakan jenis yang memudahkan para jamaah untuk meluruskan shaf-nya.
Sumber:
Yak, menurut gue jenis karpet sajadah yang seperti
itu lebih bagus daripada jenis karpet sajadah yang bergambar (masjid, ka’bah,
dsb.) karena jenis karpet sajadah ini mencegah para jamaah untuk memiliki “teritori”
sendiri ketika shalat. Oke, kembali ke cerita. Jadi, alhamdulillah pada saat
itu shaf sudah lurus (paling engga yang gue liat di sebelah kanan dan kiri gue),
tapi sangat disayangkan ketika gue mau merapatkan shaf, orang di sebelah gue
malah ngejauhin gue. MANTAP. Ya aku bisa apa? Jadilah gue cuma merapatkan shaf
ke sisi yang satu lagi. Sedih gan karena pas shalat jadi kepikiran (lah ini
yang dinamakan setan hadir di tengah shalat kita) hahahaha
Lalu apa hubungannya antara merapatkan shaf dengan
kehidupan kita sehari-hari, selain untuk menyempurnakan shalat kita? Ini semua
hanya interpretasi saya sebagai pengamat kehidupan (ha ha ha). Jadi, gue
berpendapat bahwa akan sangat sulit bagi Muslim untuk bersatu bila hal sederhana
seperti merapatkan shaf saja masih sulit untuk dilakukan karena gue merasa
merapatkan shaf itu lebih dari sekedar menyempurnakan shalat dan agar
setan-setan gak hadir di antara kita ketika shalat berlangsung. Ada nilai-nilai
lain yang terkandung di sana, misalnya dapat diartikan sebagai simbol persatuan
antar umat Islam ataupun sebagai bentuk menghilangkan ego dalam diri
masing-masing karena tidak dapat dipungkiri terkadang manusia terlalu sulit
untuk menghilangkan (minimal mengurangi) egonya masing-masing.
Apapun itu, selain untuk mendapatkan kesempurnaan
dalam shalat, merapatkan shaf ternyata juga dapat dilihat dari sudut pandang
lain. Interpretasi setiap orang tentang hal ini mungkin berbeda, namun gue sih
tetap percaya bahwa semua peraturan, terlepas kita menyukainya atau tidak,
pasti selalu ada hikmahnya.
Udah gitu aja? Ya emang gitu aja hehehe. Terima
kasih sudah membaca blog yang sepi pengunjung ini. Semoga Ramadhan kali ini
berkah untuk kita semua. Aamiin.
Di bulan yang suci ini mari kita perbanyak ibadah dan
amal, serta kurangi perbuatan yang sia-sia. Asik sekali nak.
Assalamu’alaikum
Yours truly,
GN
060616
No comments:
Post a Comment